Tampilkan postingan dengan label ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Maret 2014

Pria Ini Tanamkan Magnet Headphone di Sisi Telinganya

implant-magnet
Rich Lee, Implan Headphone di telinganya I Gizmodo.com
Sebagian pecinta musik pasti merasakan pengalaman iritasi dan pada akhirnya dengan secepatnya  melepaskan perangkat headphone dari tubuh. Tapi seorang pria bernama Rich Lee ini telah memutuskan untuk melakukan hal yang berbeda, yaitu menanamkan magnet kecil di sisi menonjol bagian depan dari telinganya, yaitu sebuah alat earbud yang berfungsi menghantarkan getaran dan suara.

Lee sukses bereksperimen dengan implan bedahnya, kini headphonenya akan selalu dekat bersamanya kapan saja dan dimana saja.

Lee kemudian merancang sebuah perangkat yang menyerupai kalung chunky atau kalung kecil, dimana kalung tersebut dapat menciptakan medan magnet sehingga headphone implan yang ia tanam dapat bergetar dan mengtinjauankan suara.

Kualitas suara, tentu saja, jauh dari apa yang dapat diperoleh dengan menggunakan headphone standar, namun pendekatan Lee memiliki banyak keuntungan yang berbeda.

Selain bisa mendengarkan musik setiap saat, Lee berencana untuk menghubungkan sistem nirkabel untuk berbagai sensor, seperti ultrasonik range finders (perangkat yang dirancang untuk menentukan jarak dari pengamat ke objek), termometer, dan bahkan Geiger counter (alat untuk secara otomatis menghitung jumlah perangkap di dalamnya partikel pengion).  Pria itu percaya bahwa kombinasi tersebut akan memberinya kemampuan untuk merasakan suara di kejauhan, seperti kelelawar, atau merasakan permukaan yang panas tanpa menyentuhnya.

Menurut situs Gizmodo, magnet yang ditanamkan adalah alat yang sempurna untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari para pengintai di meja poker atau skrining untuk pelanggan bisnis.

Senin, 02 Desember 2013

25 Tahun Hidup di Gubuk Pria Ini Akan Digusur

Headline

--Salam David Burgess hidup sederhana di gubuk di salah satu pantai di Inggris. Kini, keberadaannya terancam digusur taman nasional, pemilik tanah tempat ia tinggal. Seperti apa?
Sejak 1985, Burgess terbiasa hidup tenang dengan mendengar suara ombak, melihat matahari terbenam dan tidur beralas daun kering selama 25 tahun. Selain itu, terdapat teko di atas kompor batu buatan sendiri serta buku di rak kayu.
Gubuk Burgess tepatnya berada di pinggir Embelle Wood Beach. Meski area ini memang bisa diakses siapa saja, beberapa area ini termasuk area bersejarah dan jarang dikunjungi orang. Karenanya, banyak orang tak menyadari keberadaan Burgess dan sedikit orang memedulikannya.
Burgess mulai membangun ‘rumah idealnya’ pada musim semi 1985. Saat ulang tahun ke-38, ia berjalan-jalan kehutan dan menemukan sisa rumah bobrok kuno tempat ia tinggal saat ini. “Saya merasa akan sangat menyenangkan tinggal di rumah itu dan mulai mengumpulkan kayu selama bertahun-tahun untuk memperbaikinya,” kata Burgess seperti ditulis Dailymail.
Saya tak melakukan pengrusakan malah membersihkan area ini dari sampah, lanjutnya. Saat ditanya mengenai kepemilikannya, Burgess menjawab, “Kita milik tanah. Tanah bukan milik kita. Saya senang dekat alam karena membuat saya tak kesepian”.
Diketahui, Burgess yang tak pernah memiliki rumah ini telah menikah dan memiliki anak yang tinggal di Amerika.
Di sisi lain, para bos di Exmoor National Park tak mengetahui keberadaan Burgess. Sontak para bos ini meminta Burgess meninggalkan rumahnya yang berada di taman nasional itu. Kini, mantan asisten toko sepatu 63 tahun itu terancam digusur dari gubuknya.
Burgess bersikeras menyatakan, pihak taman nasional mengetahui keberadaan sejak 15 tahun dan mulai melawannya pada 2009. Awalnya Burgess mengajukan klaim kepemilikan gubuk itu kalah dalam persidangan, namun ia belum mencabut klaim itu.
Exmoor National Park memiliki hutan dan bangunan di dalamnya sejak 1974. Juru bicara taman nasional itu mengatakan, “Selama Burgess mau mencabut klaimnya, kami dengan senang hati membicarakan cara ia menikmati gubuk itu. Kami tak ingin ambil tindakan hukum."

Sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1614772/25-tahun-hidup-di-gubuk-pria-ini-akan-digusur

Kamis, 14 November 2013

The Butler Jawara Box Office Minggu Ini

http://sidomi.com/wp-content/uploads/2013/08/movies-the-butler-poster.jpg
The Butler, Jawara Box Office Minggu Ini - Minggu ini Film The Butler masih menduduki puncak Box Office Amerika. Sampai saat ini Film The Butler berhasil meraup keuntungan sekitar 17 juta dolar atau senilai Rp. 185 miliar.

Dikutip dari VivaLife, peringkat kedua dan ketiga diduduki oleh Film We Are the Millers yang dibintangi oleh Jennifer Aniston dengan keuntungan Rp. 144 miliar dan The Mortal Instruments: City of Bones yang memperoleh keuntungan Rp. 103 miliar.

The Butler merupakan film yang menceritakan tentang kisah hidup kepala pelayan Gedung Putih yang telah melayani 8 Presiden AS selama 34 tahun bernama Eugene Allen.

Film yang dirilis sejak Agustus 2013 ini dibintangi oleh Forest Whitaker, Alex Pettyfer, James Marsden, Jane Fonda, John Cusack dan Alan Rickman yang disutradarai oleh Lee Daniels.