Tampilkan postingan dengan label buaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2013

Buaya sembunyi bawah katil


SEEKOR buaya seberat 136kg yang bersembunyi di bawah katil bilik penginapan pengarah Rumah Tumpangan Humani di Zimbabwe.- AGENSI

HARARE, Zimbabwe – Seorang pengurus rumah tumpangan terkejut menemui seekor buaya sepanjang 1.2 meter berada di bawah katil tempat dia tidur pada malam sebelumnya.

Reptilia seberat 136 kilogram (kg) itu dipercayai menyusup masuk ke Rumah Tumpangan Humani dari sebatang sungai berdekatan baru-baru ini.

Buaya tersebut bersembunyi di bawah katil lelaki berkenaan, Guy Whittall selama lapan jam.

“Saya menjuntai kaki semasa duduk di katil selepas bangkit dari tidur. Saya langsung tidak sedar di bawah katil itu ada seekor buaya,” kata Whittall.

Lelaki tersebut yang berusia 40 tahun hanya menyedari kehadiran tetamu tidak diundang itu ketika menikmati sarapan di dapur rumah tumpangan berkenaan.

Ketika itu, dia mendengar jeritan seorang pekerja yang masuk untuk mengemas biliknya.

Beberapa pekerja rumah tumpangan tersebut bergabung tenaga untuk menangkap buaya berkenaan dan membebaskan reptilia itu ke habitatnya. – Agensi/ Kosmo

Minggu, 01 Desember 2013

Buaya Purba dari Maroko Sepanjang 11 Meter

Fosil spesies buaya purba ditemukan di Maroko pada awal tahun 2.000-an dan dibawa ke Royal Ontario Museum di Kanada. Setelah satu dekade, palentolog akhirnya berhasil mengidentifikasi fosil tersebut dan mempresentasikan di Pertemuan Tahunan Masyarakat Palaentologi Vertebrata ke 71 di Las Vegas, AS minggu ini.



Palaentolog menyatakan bahwa fosil itu adalah buaya purba, diberi nama ShieldCroc. Pemberian nama didasarkan pada karakteristik kepala yang dimiliki buaya itu. Menurut hasil konstruksi, buaya purba itu mempunyai lapisan tulang unik di kepala yang diselimuti oleh pembuluh darah dan lapisan kulit khusus.

Ukuran ShielCroc kurang lebih 9-11 meter dan tinggal di sungai, membuatnya disebut monster sungai. Spesies ini diperkirakan memangsa coelacanth yang berukuran panjang 4 meter. Meski memakan mangsa yang cukup besar, ShieldCroc memiliki rahang yang relatif lemah dibandingkan buaya modern.

Casey Holiday, palaentolog dari University of Missouri yang mengidentifikasi fosil buaya purba itu mengatakan, "Mereka adalah pemangsa yang cepat, menunggu mangsa datang dan mengambil dengan cepat, menelan dengan mulutnya yang besar dan berbentuk seperti keranjang, seperti cara pelikan menelan."

ShildCroc diperkirakan hidup 99 juta tahun yang lalu. Berdasarkan hasil perbandingan dengan buaya masa kini-meliputi buaya, kadal, dan aligator-ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan yang dimiliki ShieldCroc berfumgsi membantu mengontrol temperatur badan dan berkomunikasi dengan individu sejenis lainnya.

Fitur hampir serupa juga dimiliki beberapa buaya modern. Misalnya, buaya Kuba memiliki tanduk di sisi kepalanya, yang pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina sekaligus mengusir pejantan lainnya. Meski begitu, diketahui bahwa lapisan seperti pada ShieldCroc merupakan satu satunya yang pernah ditemukan.

Penemuan ShieldCroc mengindikasikan bahwa buaya berevolusi dari wilayah Mediterania. Selain itu, penemuan ini juga menunjukkan keragaman buaya di wilayah lintang selatan Bumi, termasuk Afrika.

sumber