Tampilkan postingan dengan label anjing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anjing. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

Misteri El Chupacabra Anjing penghisap darah






Beberapa peneliti yang menyelidiki penampakan UFO di Puerto Rico pada awal 1990-an menerima laporan dari para penduduk lokal mengenai makhluk aneh menyerupai anjing yang sering menyerang dan menghisap darah ternak. Tepatnya Maret 1995 disebutkan bahwa delapan ekor domba ditemukan tewas dengan 3 luka tusuk di dada masing-masing. Bukan itu saja, semua ternak tersebut juga ditemukan dalam kondisi darah yang telah habis.


Pada tahun 1975, sebenarnya juga telah dilaporkan adanya pembunuhan ternak sejenis di kota kecil Moca. Makhluk pembunuh tersebut disebut El Vampiro de Moca. Vampir dari Moca.

Pembunuhan-pembunuhan terhadap ternak ini awalnya dicurigai dilakukan oleh para pemuja setan. Namun pembunuhan-pembunuhan terus terjadi di seluruh Puerto rico dan menyebar ke Republik Dominika, Argentina, Bolivia, Chile, Peru, Panama, Amerika serikat hingga Mexico. Ini menunjukkan bahwa pelakunya bukan para pemuja setan.

Istilah Chupacabra pertama kali digunakan oleh seorang komedian Puerto Rico bernama Silverio Perez. Ia merujuk kepada kata bahasa Spanyol Chupar yang berarti menghisap dan cabra yang berarti kambing. Sebutan itu datang karena ternak yang terbunuh dan dihisap darahnya kebanyakan adalah kambing.

Pada Juli 2004, seorang peternak di San Antonio, Texas melaporkan adanya makhluk menyerupai anjing yang menyerang ternaknya. Ia menyebut pembunuh tersebut “Makhluk Elmendorf”. Namun Analisa DNA yang dilakukan Universitas California menyimpulkan bahwa hewan tersebut adalah seekor Coyote (anjing liar) dengan penyakit Kurap yang parah.

Di Coleman, Texas, seorang peternak bernama Reggie Lagow melihat seekor hewan menyerang ternaknya, dan ia mengatakan bahwa hewan tersebut menyerupai campuran antara anjing yang tidak berbulu, tikus dan kanguru.

Foto-foto makhluk yang dicurigai Chupacabra 








Pada April 2006, MosNews melaporkan bahwa Chupacabra terlihat di Rusia untuk pertama kalinya. Laporan tersebut menyebutkan adanya makhluk aneh yang menyerang ternak dan menghisap darahnya. Laporan berikutnya juga datang dari desa tetangga yang mengatakan bahwa 30 domba telah terbunuh dan darahnya menjadi kering.

Pertengahan Agustus 2006, Michelle O’Donnel dari Maine, Amerika serikat melaporkan adanya seekor makhluk yang “bertampang setan” berbentuk seperti hewan pengerat dengan taring ditemukan tewas di pinggir jalan. Namun bangkai hewan tersebut dimakan burung bangkai sebelum dapat diidentifikasi oleh para ahli.

Pada Mei 2007, beberapa laporan di surat kabar national Columbia menyebutkan adanya lebih dari 300 domba yang terbunuh di daerah Boyoca. Kemungkinan oleh Chupacabra.

Agustus 2007, Phylis Canion menemukan bangkai tiga makhluk di Cuero, Texas. Dia mengambil fotonya lalu memotong kepala salah satunya dan menyimpannya di lemari es untuk diserahkan kepada laboratorium guna analisa DNA. Seorang Mammolog bernama John Young memperkirakan bahwa bangkai tersebut berasal dari rubah abu-abu yang menderita Kurap parah (Heran, ternyata banyak sekali hewan yang kena kurap !!!)


Januari 2008, Chupacabra dilaporkan terlihat di propinsi Capiz di Philipina. Beberapa penduduk lokal percaya bahwa Chupacabra telah membunuh delapan ekor ayam. Pemilik ayam tersebut melihat hewan menyerupai anjing yang menyerang ayam-ayamnya.

Agustus 2008, Deputi serif Dewitt County, Brandon Riedel memfilmkan seekor hewan yang belum teridentifikasi di jalanan Cuero, Texas dengan kamera di dashboard mobilnya. Hewan tersebut seukuran coyote namun tidak memiliki rambut sama sekali. Makhluk itu juga memiliki moncong panjang, kaki depan pendek dan kaki belakang yang panjang. Atasan Brandon, sherif Jode Zavesky percaya bahwa mungkin itu adalah salah satu spesies coyote yang telah diidentifikasi oleh para peneliti Texas State University di November 2007.




Walaupun kebanyakan orang mendeskripsikan Chupacabra memiliki bentuk seperti anjing, namun beberapa kesaksian lain sepertinya berbeda. Ada yang menyebut Chupacabra memiliki bentuk seperti reptil, memiliki kulit hijau keabu-abuan dan alur punggung dari dekat leher hingga ekor. Tingginya kira-kira 1-1,2 meter dan berdiri atau melompat seperti kanguru. Menurut salah satu saksi, makhluk yang dilihatnya bahkan bisa melompat hingga setinggi 6 meter.

Karena makhluk ini tergolong ke dalam dunia kriptid, maka bisa dimaklumi jika teori mengenai asal makhluk ini sangat bervariasi.

Beberapa peneliti menghubungkan Chupacabra dengan gargoyle, makhluk yang menjadi bagian dari sejarah Eropa dan dihubungkan dengan roh jahat.

Ada yang percaya bahwa Chupacabra adalah tinjauan dari mutasi genetik yang diakibatkan oleh bocornya kandungan kimia dari laboratorium rahasia milik amerika di El Yunque sebuah gunung di bagian timur Puerto Rico. Lab tersebut diketahui mengalami beberapa kerusakan pada saat badai di tahun 1990-an, persis saat penampakan Chupacabra mulai dilaporkan. Militer Amerika diketahui telah menguji beberapa bahan kimia di lahan-lahan pertanian Puerto Rico, semua dilakukan tanpa pemberitahuan kepada penduduk lokal.

Teori lain menyebutkan bahwa Chupacabra adalah seekor kelelawar Vampir raksasa yang fosil-fosilnya telah ditemukan di Amerika Selatan.

Teori yang tidak masuk akal diantaranya menyebutkan bahwa Chupacabra adalah makhluk peliharaan alien yang terlepas. Beberapa orang menyatakan bahwa ketika mereka melihat chupacabra, mereka juga melihat adanya UFO yang terbang.

Dan teori yang lain adalah Chupacabra bukan makhluk nyata, melainkan sebuah produk dari tahayul dan imajinasi.

Rabu, 05 Maret 2014

Tragis! Remaja 14 Tahun Terbunuh Diserang Kawanan Anjing

27 Mac 2013
Polis  di lokasi kejadian (mirror.co.uk)
 
London - Seorang gadis remaja berusia 14 tahun di England ditemui meninggal secara menyedihkan. Remaja ini diserang secara brutal oleh 5 ekor anjing yang lepas kontrol.

Polis setempat yang mendapat laporan warga meluncur ke sebuah rumah di kawasan Atherton, dekat Manchester,   bahagian barat laut, Di dalam rumah tersebut, polis  menemukan si remaja tergeletak tak bernyawa dan dikelilingi oleh sejumlah anjing yang terlihat agresif.

"Dia (remaja-red) dikonfrontasi oleh sejumlah anjing yang nampak agresif dan tak terkendali," demikian pernyataan polis setempat seperti dilansir AFP, Rabu (27/3/2013).

Empat ekor anjing yang menyerang remaja tersebut ditembak mati oleh anggota keselamatan setempat. Sedangkan anjing kelima diamankan di dalam rumah.

Empat ekor anjing yang ditembak mati diketahui merupakan dua ekor jenis bullmastiff yang berukuran besar dan berotot, serta dua ekor jenis Staffordshire bull terrier yang berukuran sedang namun berotot.

Polis  setempat masih menyiasat kejadian yang sebenarnya hingga remaja tersebut boleh kehilangan nyawa. Diyakini, remaja yang tidak disebutkan namanya inisedang  berkunjung ke rumah di kawasan Atherton tersebut namun menemukan tidak ada seorang pun di dalam rumah, kecuali anjing-anjing tersebut. Tidak diketahui siapa pemilik rumah tersebut.

"Sementara penyelidikan kami untuk mencari tahu kejadian sebenarnya masih berlangsung, luka-luka yang diderita remaja ini menunjukkan bahawa dia memang telah diserang oleh kawasan anjing," ujar Ketua Polis Manchester, Inspektur Mark Kenny.

Lebih lanjut, Kenny menyatakan, pihaknya juga memeriksa keempat anjing yang ditembak mati sebagai bahagian dari penyelidikan. Kenny pun menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga si remaja dan menyebut insiden ini sangat memprihatinkan.

Keluarga si remaja menolak ketika ditemui dan dimintai komentar oleh media setempat. Sedangkan seorang warga setempat menyatakan, bahawa anjing-anjing di rumah yang menjadi lokasi kejadian tersebut memang dikenal agresif.

"Setiap kali anda berjalan melewati rumah tersebut, mereka akan menyalak dengan keras dan seperti menggila. Anda akan merinding dibuatnya," tutur wanita yang enggan disebut namanya ini.detikNews